Kalkulator Biaya On-Ramp / Off-Ramp Kripto Lokal
Biaya putaran penuh beli → jual → tarik Rupiah: fee trading, spread, pajak PMK 50/2025, dan fee penarikan.
Data terverifikasi. Dasar hukum: PMK 50/2025 (pajak) + ketentuan fee masing-masing bursa berizin OJK · diverifikasi 2026-10-18
Total Biaya Putaran Penuh (Beli → Jual → Tarik)
Rp123.000
Setiap putaran Rp10.000.000 menghabiskan Rp123.000 (1,23%) untuk biaya. Aset harus naik lebih dari 1,23% sebelum kamu benar-benar untung.
Rincian Perhitungan
| + Nominal transaksi | Rp10.000.000 | 100,0% |
| − Fee beli | Rp21.000 | 0,2% |
| − Spread beli+jual | Rp50.000 | 0,5% |
| − Fee jual | Rp21.000 | 0,2% |
| − PPh final jual 0,21% | Rp21.000 | 0,2% |
| − Fee penarikan | Rp10.000 | 0,1% |
| Sisa bersih kembali ke rekening | Rp9.877.000 | 98,8% |
Bedah Rumus & Regulasi
Biaya Beli = Nominal × fee beli + Nominal × spread beli Biaya Jual = Nilai Jual × fee jual + PPh Final 0,21% × Nilai Jual Total Gesekan = Biaya Beli + Biaya Jual + Fee Penarikan Rupiah Harga aset harus naik ≥ Total Gesekan % agar impas (break-even).
- Beli: fee Rp21.000 + spread Rp50.000
- Jual: fee Rp21.000 + PPh final 0,21% Rp21.000
- Tarik Rupiah: Rp10.000
- Total gesekan = Rp123.000 = 1,23% dari nominal → harga harus naik > 1,23% untuk impas
Asumsi & Batasan
- Harga aset diasumsikan sama saat beli dan jual (mengisolasi biaya, bukan pergerakan pasar).
- Spread adalah estimasi selisih harga eksekusi vs harga tengah pasar; di aplikasi all-in seperti Pintu, spread adalah komponen biaya utama.
- Fee penarikan memakai angka flat per transaksi.
Pertanyaan Umum
Beli-jual 10 juta di bursa lokal, total biayanya?
Fee beli 0,21% + spread ±0,5% + fee jual 0,21% + pajak 0,21% + tarik Rp10 rb ≈ Rp123 ribu atau ±1,23% — harga harus naik di atas itu baru impas.
Kenapa aplikasi tanpa fee trading belum tentu termurah?
Karena biayanya pindah ke spread. Kalkulator ini memisahkan keduanya agar terlihat.