Kalkulator PPh Sewa Tanah & Bangunan (Final 10%)
PPh final 10% dari nilai sewa bruto tanah/bangunan (PP 34/2017) — hitung siapa yang memotong dan berapa bersih yang kamu terima.
Menyewakan tanah, ruko, kos, apartemen, atau kontrakan? Penghasilan sewamu kena PPh final 10% dari jumlah bruto nilai persewaan menurut PP 34/2017 — tarifnya sudah final, tidak dihitung ulang di SPT Tahunan. Kalkulator ini menghitung pajak dan sisa bersih yang kamu terima setahun. Satu hal penting yang sering terlewat: kalau penyewamu adalah badan/perusahaan (pemotong pajak), ia yang memotong dan menyetorkan; kalau penyewamu orang pribadi yang bukan pemotong, kamu sendiri yang wajib menyetorkan pajaknya ke DJP.
Data terverifikasi. Dasar hukum: PP No. 34 Tahun 2017 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Persewaan Tanah dan/atau Bangunan · diverifikasi 2026-10-18
PPh Final Sewa (10%)
Rp6.000.000
PPh final 10% dari sewa bruto tahunan Rp60.000.000 (setara Rp5.000.000/bulan) adalah Rp6.000.000. Penyewa (pemotong pajak) memotong PPh final Rp6.000.000 saat membayar sewa, dan wajib menyetor serta melaporkan pemotongan tersebut ke DJP. Bersih yang kamu terima setahun: Rp60.000.000 − Rp6.000.000 = Rp54.000.000.
💡 Fakta Mengejutkan dari Angkamu
💡 Dari sewa tahunan Rp60.000.000, PPh final 10% memotong Rp6.000.000 — setara Rp500.000 per bulan yang tidak masuk kantongmu.
Hasil Hitungan
| + Sewa bruto per tahun | Rp60.000.000 | 100,0% |
| − PPh final 10% (dipotong penyewa) | Rp6.000.000 | 10,0% |
| Sewa bersih diterima pemilik per tahun | Rp54.000.000 | 90,0% |
+ Sewa bruto per tahun
Rp60.000.000
− PPh final 10% (dipotong penyewa)
Rp6.000.000
Sewa bersih diterima pemilik per tahun
Rp54.000.000
100% Gratis.
Lihat Cara Hitung & Aturan Resminya
Sewa Bruto Tahunan = Nilai Sewa × 12 (bila input per bulan) PPh Final = 10% × Sewa Bruto Tahunan Sewa Bersih Diterima Pemilik = Sewa Bruto Tahunan − PPh Final
- Sewa bruto tahunan = Rp5.000.000 × 12 bulan = Rp60.000.000
- PPh final = 10% × Rp60.000.000 = Rp6.000.000
- Sewa bersih diterima pemilik = Rp60.000.000 − Rp6.000.000 = Rp54.000.000
Asumsi & Batasan
- PPh bersifat final 10% dari jumlah bruto nilai persewaan tanah dan/atau bangunan (PP 34/2017); tidak digabung dengan penghasilan lain di SPT Tahunan.
- Nilai bruto mencakup seluruh jumlah yang dibayarkan/terutang penyewa berkaitan dengan sewa — termasuk biaya perawatan, pemeliharaan, keamanan, fasilitas, dan service charge, baik dipisah maupun disatukan dalam perjanjian.
- Berlaku untuk semua persewaan tanah dan/atau bangunan: rumah, ruko, kos, apartemen, kontrakan, kantor, gudang.
- Bila penyewa adalah pemotong pajak (badan, instansi, atau yang ditunjuk), pajak dipotong oleh penyewa saat pembayaran; bila penyewa orang pribadi bukan pemotong, pemilik menyetor sendiri.
Pertanyaan Umum
Sewa Rp5 juta/bulan — pajaknya berapa?
Bruto tahunan Rp60 juta × 10% = Rp6 juta PPh final. Bila penyewa memotong, pemilik terima Rp54 juta bersih setahun.
Penyewa saya orang pribadi, bukan perusahaan — siapa yang menyetor pajaknya?
Kamu (pemilik) yang wajib menyetor sendiri PPh final 10% melalui kanal pembayaran resmi DJP, karena penyewa orang pribadi bukan pemotong pajak.
Kos-kosan, kontrakan, atau apartemen saya disewakan — kena pajak ini?
Ya. PP 34/2017 berlaku untuk persewaan tanah dan/atau bangunan apa pun — rumah, ruko, kos, apartemen, kontrakan, kantor, gudang.
Apakah service charge atau biaya perawatan ikut dihitung?
Ya. Jumlah bruto nilai persewaan mencakup seluruh jumlah berkaitan dengan sewa — termasuk perawatan, pemeliharaan, keamanan, fasilitas, dan service charge — baik dipisah maupun disatukan dalam perjanjian.
Apakah pajak sewa ini digabung dengan penghasilan lain di SPT Tahunan?
Tidak. Pajaknya bersifat final — sekali dipotong/diseter, kewajiban atas penghasilan sewa itu selesai dan tidak dihitung ulang dengan penghasilan lain.
Saya terima sewa sekaligus untuk satu tahun — tetap 10%?
Ya. Dasarnya adalah total bruto yang dibayarkan/diterima, berapa pun periodenya: 10% × total bruto nilai persewaan.
PPh Final Sewa (10%)
Rp6.000.000
Kalkulator Terkait
-
Kalkulator Pajak Jual Beli Rumah (PPh + BPHTB)
Total pajak transaksi properti: PPh final penjual 2,5% (PP 34/2016) + BPHTB pembeli 5% di atas NPOPTKP (UU HKPD).
-
Kalkulator KPR Bunga Berjenjang (Fixed → Cap → Floating)
Simulasi cicilan per fase bunga lengkap dengan jadwal amortisasi dan peringatan lonjakan saat floating.
-
Kalkulator Take Over KPR (Pindah Bank)
Bandingkan bertahan di bank lama vs pindah KPR ke bank baru: selisih bunga, biaya take over, dan titik impasnya.
-
Kalkulator PPh Final UMKM 0,5% (PP 55/2022)
Pajak UMKM 0,5% dari omzet — dengan pembebasan Rp500 juta pertama per tahun untuk WP Orang Pribadi.
-
Kalkulator Uang Pesangon, UPMK & UPH (PP 35/2021)
Hak pekerja saat PHK: uang pesangon, penghargaan masa kerja, dan penggantian hak per alasan PHK.
Skenario Populer
- Pajak Sewa Kos Rp1,5 Juta/Bulan
- Pajak Kontrakan Rp2,5 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Ruko Rp10 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Apartemen Rp7,5 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Rumah Rp8 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Kios/Lapak Rp3 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Kantor Rp25 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Gudang Rp50 Juta/Tahun
- Pajak Sewa Villa Rp100 Juta/Bulan
- Pajak Sewa Rp60 Juta/Tahun (Kontrak Tahunan)